Lihatlah Kehebatan Ajian Lampah Lumpuh

Ajian Lumpuh Lampah

Ajian Lampah Lumpuh

Ajian lampah lumpuh Dalam khasanah ilmu-ilmu metafisika terapan yang dimiliki kaum pendekar masa lalu , ajian Lampah Lumpuh jenis ini yang tergolong sangat mematikan karena apabila Anda menyerang musuh dengan ajian ini,maka musuh anda akan mengalami kelumpuhan dan nyawa musuh anda akan melayang dengan sebab-sebab yang tidak terduga dalam waktu tidak lebih dari tiga hari.1

Ajian ini hampir mirip dengan asma suryani yang namanya juga sangat dikenal di kalangan penganut ilmu hikmah, cuma beda cara kerjanya saja. Atau juga ilmu yang mematikan seperti hizib Sayfi Magribi dari Sumatera.

Tiba-tiba musuh Anda akan dihantam energi khodam ajian anda sehingga tenaganya hilang sama sekali dan bahkan dalam beberapa kasus dia akan mengalami kecelakaan, menjadi korban pembunuhan orang lain dan sebagainya.

Anda juga tidak mungkin terlacak oleh aparat kepolisian karena ulah Anda tersebut tidak bisa dibuktikan oleh hukum.
Bahkan dalam tradisi dayak meyakini,bahwa ajian jenis ini akan mematikan musuh hingga nyawanya tidak bisa direinkarnasi lagi.

Ajian semacam ini juga dimiliki oleh prajurit di Malaka, SIDI ARAB saat bertempur dengan prajurit Siam, CAU PANDAN di abad 15 silam. Meskipun jarak keduanya ribuan mil jauhnya, ajian ini membuat Cau Pandan tubuhnya lumpuh, matanya tiba-tiba buta dan tewas setelah tiga hari mengalami luka dalam dan luka luar dengan pendarahan yang hebat.

Sebaiknya melakukan Sholat Sunnah dahulu, agal apa yang dikerjakan akan di ridhai Allah SWT.

  • Niat dengan membaca BISMILLAH SAYA BERNIAT MEMILIKI AJIAN LAMPAH LUMPUH.
  • Tawasul: ALFATIHAH disampaikan untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarga,Nabi Khidir A.S,Syekh Abdul Qodir al Jailani.
  • Baca mantra berikut ini: WANUKFIKHO FISHUURI FASHO’IQO MAN FISSAMAAWAATI WAMAN FIL ARDLI ILLAA MAN SYA-ALLOOHU TSUMMA NUFIKHO FIIHI UKHROO FAIDZAAHUM QIYAAMUYYANDZHURUN, W A-ASYROQOTIL ARDLU BINUURI ROBBIHAA WAWUDLI AL KITAABU WAJII-A BINNAABIYYIINA WASYSYUHADAA-I WAQUDLIYA BAINAHUM BILHAQQI WAHUM LAA YUZHLAMUN (3 x selesai sholat fardhu).
  • Selesai membaca mantra tiupkan pada telapak tangan Anda untuk mengumpulkan energi ghaib.
  • Lakukan puasa biasa tujuh hari mulai hari RABU PON. Berbuka puasa pada jam 12 malam hanya makan kurma tujuh biji dan air putih.
  1. Duduk posisi bersila.
  2. Dengan keyakinan penuh, bayangkan tubuh musuh berada di depan anda duduk.
  3. Lakukan langkah mulai ajian lampah lumpuh: NIAT dengan membaca BISMILLAH SAYA BERNIAT MENJALANKAN AJIAN LAMPAH LUMPUH.
  4. TAWASSUL.
  5. BACA MANTRA 3 X, KUMPULKAN ENERGI DI TANGAN.
  6. Pukulkan ke bagian tubuhnya yang mematikan.
  7. Tunggu dengan istiqomah lawan anda akan mengalami kematian secara cepat. Ada kalanya, kita akan didatangi oleh utusan korban yang telah kita sakiti dan untuk meminta maaf pada kita dan kita pun memaafkan kesalahannya.
    Utusan tersebut meminta kita yang mengobati sebab tidak ada dukun/paranormal/ orang pintar lain yang bisa mengobati sakitnya yang sangat parah tersebut.
  1. Duduk bersila di depan orang yang akan disembuhkan.
  2. Niat membaca BISMILLAH SAYA BERNIAT MENYEMBUHKAN ………(nama orang tersebut dan nama ibunya) SETELAH TERKENA AJIAN LAMPAH LUMPUH.
  3. Tawasul: ALFATIHAH disampaikan untuk Nabi Muhammad Rasullullah SAW dan keluarga, Nabi Khidir A.S, Syekh Abdul Qodir al Jailani.
  4. Baca mantra berikut ini: WANUKFIKHO FISHUURI FASHO’IQO MAN FISSAMAAWAATI WAMAN FIL ARDLI ILLAA MAN SYA-ALLOOHU TSUMMA NUFIKHO FIIHI UKHROO FAIDZAAHUM QIYAAMUYYANDZHURUN, W A-ASYROQOTIL ARDLU BINUURI ROBBIHAA WAWUDLI AL KITAABU WAJII-A BINNAABIYYIINA WASYSYUHADAA-I WAQUDLIYA BAINAHUM BILHAQQI WAHUM LAA YUZHLAMUN (7 x).
  5. Selesai membaca mantra tiupkan pada telapak tangan Anda dan sedotlah energi ghaib yang ada di tubuhnya.
  6. Selanjutnya suruh si sakit untuk menjalani pengobatan medis. Pengobatan akan memakan waktu relatif cukup lama karena sakitnya yang luar biasa.

Demikian sklumit penjelasam ilmu kuno warisan nenek moyang kita, tentunya dalam khazanah ilmu hikmah yang bernama ajian lampah lumpuh.

Andrian Toni: GHOB editor

This website uses cookies.