Kategori
Internet

Bangkitnya Semangat UKM Indonesia Melalui Online

Bangkitnya Semangat UKM Indonesia

Bangkitnya Semangat UKM Indonesia

Bangkitnya semangat UKM Indonesia menjadi tolok ukur majunya perekonomian Indonesia, terlebih Negara Indonesia sudah menjadi Negara maju dalam taraf ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya. Namun tidak serta merta semua penduduk makmur dengan menerima penghasilan yang merata.

Masih terdapat ketimpangan yang harus diselesaikan oleh tugas Pemerintahan Indonesia melalui sumber-sumber yang bisa diolah untuk mendorong bangkitnya semangat UKM Indonesia.

Pengertian UKM dan Kriterianya

Istilah Usaha Kecil Menengah merujuk pada suatu usaha dengan aset dan omset sebagai tolak ukur pengelompokkan, sama seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), UKM sendiri terdiri dari unit usaha kecil dan usaha menengah. 

Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh perorangan dan berdiri sendiri, atau usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan (langsung atau tidak langsung) dari usaha menengah atau usaha besar.

Kriteria usaha kecil dalam Undang-Undang adalah memiliki aset Rp 50 juta–500 juta rupiah, dengan omset Rp 300 juta–Rp 2,5 miliar. 

Dalam konsep inpres, UKM adalah suatu kegiatan ekonomi yang memiliki aset Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dan omset Rp 250 miliar.

Jenis UMKM yang menjadi landasan UKM Indonesia

Perkembangan UKM di suatu negara berbeda-beda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk faktor sosial masyarakatnya. Di Indonesia, UKM dikelompokkan menjadi empat berdasarkan perkembangannya, yaitu sebagai berikut.

1. Livelihood Activities

Livelihood activities adalah jenis Usaha Kecil Menengah atau UKM yang dikenal sebagai sektor informal, yaitu bisnis UKM yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah. Contoh UKM jenis ini adalah pedagang kaki lima. 

2. Micro Enterprise

Usaha Kecil Menengah jenis ini adalah UKM yang memiliki sifat pengrajin. Namun, UKM jenis ini belum memiliki sifat kewirausahaan. pembuat dan pengrajin ini sebetulnya berpotensi kuat untuk karyanya dijadikan ajang pameran daerah bahkan Internasional, hasil kerajinan mereka dapat dipasarkan langsung tanpa perantara agar efek pendapatan pengrajin semakin kuat untuk membangkitkan semangat UKM mereka.

3. Small Dynamic Enterprise

Usaha Kecil Menengah yang termasuk dalam kelompok Small Dynamic Enterprise adalah UKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan serta mampu menerima pekerjaan ekspor maupun subkontrak.

4. Fast Moving Enterprise

Fast Moving Enterprise merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang akan bertransformasi menjadi Usaha Besar (UB). Tentunya, UKM dengan jenis ini telah memiliki jiwa kewirausahaan. 

Peran Website mempermudah Usaha Secara Online

Sebagai jenis usaha yang sangat penting dalam menggerakkan bangkitnya semangat UKM Indonesia, pemerintah terus mendorong perkembangan dan pertumbuhan UKM di Indonesia. Salah satunya adalah mempersiapkan pelaku UKM untuk memanfaatkan teknologi dalam pemasaran. 

Selain UKM, lihatlah pemerintah juga terus mendorong usaha startup agar semakin berkembang di Indonesia. Target minimal pengembangan UKM dan startup pemerintah Indonesia adalah 2% untuk UKM dan 1000 untuk startup. Imbasnya, ada banyak orang yang salah pengertian dan menganggap UKM sama saja dengan startup. Padahal, dua jenis usaha ini memiliki disparitas yang sangat signifikan walau ada juga persamaannya. 

Persamaan UKM dengan startup adalah dari segi modal awal. Selain itu, UKM dan startup juga sama-sama merupakan usaha rintisan, yaitu usaha yang berasal dari ide brilian seseorang dalam memanfaatkan peluang usaha untuk membangkitkan semangat UKM Indonesia.

Dari segi modal awal, UKM dan startup adalah jenis usaha yang tidak membutuhkan modal besar. Modal yang kecil pun sudah cukup untuk merintis kedua usaha ini; bahkan ada juga usaha startup atau UKM yang tidak memiliki modal sama sekali karena tak sedikit pebisnis pemula di ranah UKM dan startup yang menggunakan modal pinjaman. 

Jika dilihat dari sisi manajemen usaha, biasanya saat awal-awal, manajemen usaha UKM dan startup  sangat sederhana, hanya dibantu oleh orang-orang terdekat, kerabat, atau anggota keluarga dan inilah cikal bangkitnya semangat UKM Indonesia.

Walau memiliki beberapa kesamaan, bukan berarti UKM dan startup dapat disamakan. Ini karena keduanya memiliki perbedaan yang amat mendasar, yaitu dari segi jenis usaha. Jika diperhatikan dengan saksama, UKM adalah usaha yang menghasilkan produk-produk yang kemudian dapat dikonsumsi atau dinikmati oleh konsumen. 

Sebaliknya, usaha startup tidak menghasilkan produk karena fokusnya ada pada pelayanan atau jasa dalam bentuk software atau aplikasi, cloud based service/hosting atau digital marketing agency.

Selain perbedaan dari jenis usahanya, UKM dan startup juga memiliki nuansa lain, yaitu dari segi ketergantungan usaha terhadap internet. Sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa usaha startup adalah yang berkaitan dengan aplikasi, software, hosting atau cloud based service. Artinya, usaha startup sangat mengandalkan koneksi internet. 

Sebaliknya, UKM tidak terlalu mengandalkan internet seperti halnya startup karena biasanya, peran internet dalam UKM hanya tampak proses pemasaran saja. Disinilah usaha kita mengadopsi UKM berkolaborasi menggunakan website agar proses bangkitnya semangat UKM Indonesia melalui dunia startup dapat tercapai demi memudahkan pemasaran usaha mereka.

Jika dilihat dari skala produksi, startup memiliki keunggulan dibanding UKM. Ini karena UKM sangat tergantung pada ketersediaan sumber daya manusia dan bahan baku. Dengan kata lain, skala produksi UKM dibatasi oleh bahan baku dan SDM atau tenaga kerja. Sebaliknya, usaha startup tidak membutuhkan bahan baku dan penggunaan SDM dalam usahanya pun tidak terlalu banyak.

Mencari Pendapatan Melalui Website

Hosting UKM era digital Masterweb
Hosting UKM era digital Masterweb

Saat krisis moneter melumpuhkan perekonomian Indonesia di tahun 1998, era bangkitnya semangat UKM Indonesia membuktikan eksistensi dan kemampuannya dalam beradaptasi, menopang perekonomian Indonesia agar tetap berjalan. Bahkan sampai saat ini, UKM tetap dijadikan sebagai tulang punggung perekonomian karena sifatnya yang lebih dinamis dalam menghadapi perubahan dibanding perusahaan besar. 

Menurut World Bank, sumber pendapatan di Indonesia sangat bergantung pada sektor UKM, di mana UKM Indonesia sebagian besar usahanya  terkonsentrasi di sektor perdagangan, pangan, tekstil dan garmen, olahan pangan, produksi mineral non-logam, kayu dan produk kayu. Secara keseluruhan, sektor UKM ini dapat menyumbang sekitar 50% produk domestik bruto (PDB) yang sebagian besar berada di sektor pertanian dan perdagangan, serta 10% dari ekspor. Ini adalah motivasi sebagai penyemangat mambangkitkan UKM Indonesia dalam skala dunia.

Selain menyumbang pendapatan, UMKM juga memiliki peranan besar dalam menggerakkan bangkitnya semangat UKM Indonesia untuk perekonomian warga, karena memberikan kesempatan kerja. Sayangnya, aktivitas UKM menjadi berkurang karena pandemi covid-19. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *